Lima Hal yang Harus Dihindari

May 24th, 2009

KH. Muhammad Idris Jauhari
Pimpinan dan Pengasuh PP. AL-AMIEN PRENDUAN Sumenep

Dari Anas bin Malik r.a. berkata: setiap Rasululullah saw. selesai melakukan shalat jama’ah bersama kami, beliau selalu menghadap kami dan tidak sekalipun meninggalkan doa ini:

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari segala ‘perbuatan yang menghinakan’ aku.
Dan aku berlindung kepada-Mu dari segala ‘kawan yang menyakitkan’ aku.
Dan aku berlindung kepada-Mu dari segala ‘angan-angan yang melalaikan’ aku.
Dan aku berlindung kepada-Mu dari segala ‘kefakiran yang menyebabkan aku lupa’.
Dan aku berlindung kepada-Mu dari segala ‘kekayaan yang menjerumuskan’ aku.”
(HR Al-Bazzar dalam kitab Mujma’ az-Zawaid Lil-Haitsami)

Dalam Al-Qur’an banyak sekali ayat yang mengajarkan kepada kita bagaimana seharusnya kita berdzikir dan berdoa kepada Allah swt. Ada kalanya disebutkan dalam bentuk dzikir dan doa yang diucapkan oleh para nabi, rasul dan sholihin terdahulu, ketika menghadapi situasi-situasi tertentu. Ada juga doa dan dzikir yang bersifat umum, kemudian dijelaskan oleh Rasulullah saw fadhilah doa tersebut. Demikian juga dalam hadits, banyak sekali disebutkan, bahwa Rasulullah saw seringkali mengajarkan kepada para sahabat r.a. doa dan dzikir untuk diamalkan pada situasi-situasi tertentu, atau untuk diamalkan secara umum, seperti doa yang disebutkan pada awal makalah ini.

Dalam hadits tersebut, ada lima hal yang seharusnya kita mohon kepada Allah swt. agar kita terhindar darinya. Tentu saja pada saat yang sama, kita harus berusaha sekuat tenaga untuk selalu menghindarinya dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:

Perbuatan yang Menghinakan

Perbuatan yang menghinakan adalah perbuatan yang menyebabkan pelakunya “hina dan tercela” di mata Allah dan di mata manusia. Biasanya perbuatan ini disebut “fahisyah atau fawahisy” (perbuatan keji) yang tergolong “kaba-ir” (dosa-dosa besar). Perbuatan ini selalu menimbulkan kerugian kepada orang lain serta meninggalkan dampak-dampak sosial yang sangat negatif dan berbahaya, seperti zina, minuman keras, main judi, bergunjing (ghibah), mencuri, merampok, dll. atau yang biasa kita kenal sekarang dengan prostitusi, pornografi, pornoaksi, pelecehan seksual, melakukan kebohongan publik (buhtan), korupsi, kolusi dan nepotisme, memprovokasi, black campaign (fitnah), dll.

Kawan yang Menyakitkan

Menyakitkan bisa saja terjadi secara fisik, seperti memukul, mencederai, atau mencuri hak milik kita. Tapi bisa juga menyangkut harga diri dan kehormatan diri kita, seperti berkhianat, menohok dari belakang, menyebarkan buhtan atau fitnah, dll. Kalau semua itu dilakukan oleh “musuh” kita, tentu saja hal yang wajar, karena dia memang musuh kita, tapi kalau ini dilakukan oleh “kawan” yang selama ini menjadi patner kita dalam suka dan duka, menjadi mitra kita dalam berbagai usaha dan bidang kehidupan, tentu saja ini sangat menyakitkan.

Angan-angan yang Melalaikan

Setiap manusia normal pasti memiliki keinginan, obsesi atau ambisi. Ini adalah wajar dan manusiawi. Tetapi begitu obsesi atau ambisi tersebut muncul dari dorongan hawa nafsu yang tidak terkendali, maka ia akan menjadi masalah serius yang sangat berbahaya. Inilah boleh jadi yang dimaksud “melalaikan” dalam hadits ini. Sering kita saksikan dalam kehidupan sehari-hari, bagaimana seseorang atau kelompok memiliki ambisi yang tak terkendali untuk kaya, berkuasa, menang, atau untuk meraih dukungan massa, umpamanya, karena ambisi yang tidak terkendali, sampai-sampai dia menghalalkan segala cara untuk mencapai ambisinya tersebut.

Kemiskinan yang Menyebabkan Lupa

Kemiskinan yang menyebabkan lupa adalah kemiskinan yang menyebabkan kita “serba tergantung” kepada orang atau makhluk yang lain, baik dalam bidang ekonomi, keamanan, kesehatan, budaya, pendidikan, dll. Ketergantungan (interdipendensi) inilah yang sangat berbahaya dalam kehidupan pribadi atau kelompok. Bahkan ada ulama yang berpendapat bahwa ketergantungan kepada makhluk adalah “awal dari syirik”, karena seseorang yang sangat tergantung kepada makhluk, pada hakikatnnya dia telah menafikan—atau paling tidak menyekutukan—Sang Khaliq, Allah swt. yang Mahakaya dan Berkuasa. Na’udzu billah min dzalik.

Kekayaan yang Menjerumuskan

Pada hakikatnya, kekayaan—sama dengan kemiskinan—adalah salah satu bentuk “ujian” dari Allah swt. kepada hamba-hamba-Nya. Kalau si pemilik kekayaan lulus dalam ujian ini, maka dengan kekayaannya tersebut, dia akan lebih dekat kepada Allah, Sang Pemberi Kekayaan. Tetapi, apabila tidak lulus, maka dengan kekayaannya tersebut, dia justru akan semakin jauh dari Allah. Hal yang terakhir ini terjadi, karena dua sebab. Pertama, bisa karena proses pengumpulannya memang menyimpang atau tidak sesuai dengan syara’, atau, kedua bisa juga karena sifat tama’ dan kikir yang berlebihan yang melekat dalam dirinya. Inilah barangkali yang dimaksudkan dengan “menjerumuskan’ dalam hadits ini. Padahal kelak di akhirat, orang yang memiliki kekayaan akan ditanya oleh Allah, dari mana dan bagaimana dia memperoleh kekayaan tersebut dan untuk apa saja dia menafkahkannya.

Demikianlah lima hal yang seharusnya kita mohon kepada Allah agar tidak sampai menimpa diri kita, karena kelima hal tersebut sungguh sangat berbahaya dan membahayakan bagi kehidupan kita, baik secara pribadi, dalam keluarga ataupun dalam berbangsa dan bermasyarakat. Tetapi doa tersebut harus sesuai dan sejalan dengan usaha yang kita lakukan. Tidak boleh berseberangan apagi bertentangan. Bagaimana doa kita akan dikabulkan (ijabah), jika kita tidak berusaha sesuai dengan apa yang kita minta (istijabah)? Memang antara ijabah dan istijabah terdapat benang halus yang saling melengkapi. Mari kita renungkan kemudian amalkan.

———————–
Dikutip dari: www.al-amien.ac.id

Kategori: Taushiyah
Kata Bijak

Tak ada rahasia untuk menggapai sukses. Sukses itu dapat terjadi karena persiapan, kerja keras, dan mau belajar dari kegagalan.

Gen. Collin Powell

Jalan Menuju Kesuksesan

KH. Muhammad Idris Jauhari
Pimpinan dan Pengasuh PP. AL-AMIEN PRENDUAN Sumenep

Manusia termasuk di antara makhluk Allah yang diciptakan berbeda-beda. Perbedaan ini adalah sebuah variasi hidup, dengannya manusia bisa berinteraksi dan saling kenal satu sama lain. Dari sudut perbedaan itu, manusia dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok: perbedaan batiniah dan lahiriah. Kelompok batiniah tidak bisa kita ukur, karena hal ini berhubungan dengan tingkat keimanan yang bersifat kualitatif, sedangkan kelompok lahiriah sebaliknya.

Pembahasan ini akan difokuskan pada sisi manusia yang bersifat lahiriah, lebih khusus lagi masalah perbedaan tingkat intelektualitas. Dalam masalah perbedaan intelektualitas, manusia itu diklasifikasikan menjadi dua kelompok besar. Pertama, kelompok orang-orang cerdas, pandai dan cerdik. Kedua, kelompok orang-orang kurang cerdas, kurang pandai atau kurang mampu menangkap ilmu-ilmu Allah dengan cepat.

Sebagai manusia kita harus berusaha untuk mengetahui sejauh mana tingkat kecerdasan dan kepandaian yang dimiliki. Sehingga dengan demikian setiap manusia akan lebih mampu mengenal dirinya sendiri, mengenal potensi-potensi dan kemampuan yang ia miliki, sekaligus mengenal kelemahan dan juga kekurangannya.

Manusia yang mengetahui hakikat dirinya, kelebihan sekaligus kekurangannya, kemudian dibarenginya dengan akhlak yang mulia, akan membuat diri seseorang tersebut senantiasa berusaha memanfaatkan dan mensyukuri kelebihan-kelebihan yang ia miliki sekaligus menutupi semua kekurangan dirinya. Nah, manusia seperti inilah yang nantinya insya-Allah akan meraih kesuksesan dan kemenangan yang gemilang di setiap hidupnya.

Lantas apa hubungan antara intelektualitas dan kesuksesan? Di sinilah sebenarnya letak kelebihan intelektual manusia. Setiap orang harus menyadari potensi kecerdasan dirinya serta mampu menggunakan sekaligus menyikapinya.

Kesuksesan akan didapat jika seseorang telah memiliki syarat dasar yang mengantarkan dirinya pada kesuksesan. Dan, rata-rata orang yang tidak sukses adalah mereka yang tidak memiliki syarat dasar tersebut, yaitu tidak mengenal dirinya sendiri.

Banyak orang yang cerdas tapi tidak menyadari bahwa dirinya mempunyai kecerdasan yang lebih dari semua orang, sehingga kecerdasan itu dibiarkan tidak berkembang bahkan tak nampak sekalipun. Adapula yang menyadari kecerdasannya, tetapi dia malah sombong dan congkak atas kecerdasannya itu, sehingga dengan kebangggaan yang berlebihan, ia melupakan usaha-usaha yang akan mengantarkannya menjadi lebih cerdas. Inilah orang yang tidak akan mendapatkan an-najah selama hidupnya.

Sementara itu, manusia yang memiliki kelemahan, kurang cerdas dan kurang mampu menangkap ilmu Allah dengan cepat. Sebenarnya, manusia seperti ini, juga mempunyai potensi untuk menggapai kesuksesan, asalkan ia mampu menutupi kelemahan dan kekurangannya. Akan tetapi, jika manusia tersebut tidak menutupi kekurangannya itu, maka ia akan sama keberadaannya seperti contoh di atas.

Dalam menempuh jalan kesuksesan, setiap orang pada hakikatnya mampu menggapainya dalam setiap langkah hidupnya, namun tak jarang ia akan menuai kegagalan, entah itu orang-orang cerdas atau kurang cerdas. Tetapi, jalan kesuksesan biasanya akan lebih mudah diraih oleh orang-orang yang cerdas. Karena itu, bagi manusia yang kurang cerdas tidak perlu berkecil hati, sebab kesuksesan akan dapat kita dapatkan meskipun dilalui dengan banyak kegagalan yang merintangi.

Sebagai manusia yang senantiasa menginginkan kesuksesan, langkah pertama adalah kita harus mampu mengidentifikasi diri sendiri. Apakah kita termasuk orang-orang kategori pertama yang memiliki kecerdasan dan kelebihan dari manusia yang lain, ataukah kita termasuk kelompok yang kedua, kelompok yang mempunyai kecerdasan yang kurang dan tak memiliki kelebihan dari manusia yang lainnya.

Maka dari itu, manusia yang cerdas dengan kecerdasannya harus mampu menahan diri dari sifat sombong dan mempunyai kemampuan untuk mengembangkannya menjadi lebih cerdas hingga pada tingkat yang paling optimal. Sedangkan bagi setiap manusia yang kurang cerdas, tidak boleh berputus asa, karena keadaan ini adalah kondisi awal dari setiap orang. Apabila ia mampu secara konsisten menjauhkan dirinya dari sifat keputusasaan itu, insya-Allah, ia akan menuai kesuksesan dalam hidupnya. Bisa jadi, kesuksesan yang diraihnya melebihi orang-orang yang lebih cerdas. Tentu, dalam batas-batas tertentu.

———————–
Dikutip dari: www.al-amien.ac.id

6 May 2009

Antara Iman, Ilmu, dan Amal


KH. Muhammad Idris Jauhari

Kita harus yakin dan menguasai hal-hal yang berkenaan dengan Islam, pada saat yang sama, kewajiban kita adalah mengamalkan apa yang menjadi ajaran Islam itu. Proses pengamalan inilah yang dinilai oleh Allah swt.

Allah menilai amal seseorang sesuai dengan petunjuk-petunjuk-Nya. Bagi Allah, amal yang memiliki nilai tinggi di hadapan-Nya adalah amal yang dilakukan dengan iklas. Ikhlas artinya bersumber dari satu keyakinan dan berdasarkan ilmu yang benar, sehingga lahirlah perbuatan yang terbaik. Baca selengkapnya…

6 May 2009

Membuat Box Style Link Cantik ala dr.emi dengan CSS

Membuat Box Style Link Cantik ala dr.emi dengan CSS

Jimanee nDesign box link cantik dengan menggunakan CSS ?

Pernah liat page link nyang ada di :
http://www.dremi.info/tutorial/photoshop-forum.php ???

nah bagian paging na gw pake CSS bwat bikin box link na, kali ini kita bikin nyang sama tapi dengan style CSS nyang berbeda. Baca selengkapnya…

23 October 2008

Ujian Mid Semester I di MTA Al-Amien Prenduan

Inilah saat yang cukup berat bagi santri/wati MTA Al-Amien Prenduan. Pada hari Sabtu, 18 Oktober 2008 akan dilaksanakan ujian mid semester I bagi seluruh dari semua jenjang, Matrikulasi (kelas persiapan), SMP, SMA, dan MA. Ujian ini dapat dikatakan cukup berat karena dilaksanakan satu minggu pasca liburan Ramadhan.

Dalam ujian kali ini, Ust. Khozaini ditunjuk sebagai ketua panitia. Penunjukan dan pelantikan panitia ujian mid semester I ini telah dilakukan pada bulan Agustus yang lalu. Sebagai konsekuensi tugas, pada bulan Ramadhan yang lalu Ust. Khozaini terpaksa berlibur lebih akhir dibanding ustadz-ustadz yang lain. Baca selengkapnya…

17 October 2008

Reuni Tahunan Alfaomega

Berawal dari tahun lalu (2007), member Alfaomega Madura secara rutin akan melaksanakan reuni tahunan. Reuni tahunan Alfaomega telah diawali tahun lalu bertempat di rumah Sdr. Nuruddin. Reuni yang dlaksanakan pada tanggal 5 Syawal tersebut dihadiri oleh beberapa orang member yang berdomisili di Madura. Yang hadri waktu itu antara lain, Ra Ghozi Mubarok, Darnoji, Bahrul Husain, Sumardi Rusli, Ulul Aidi (Suwarno), A. Halimi Ilyas, dan H. Abdullah (Ribuddin).

Pada kesempatan itu disepakati untuk terus melaksanakan reuni tahunan tersebut. Sasaran dari reuni tersebut adalah temu kangen member Alfaomega Madura dan member lain yang kebetulan ada di Madura. Tentu akan lebih semarak kalau ada member luar Madura yang bisa menyempatkan hadir sekalian sowan ke Bapak Kiyai dan para asatidz. Baca selengkapnya…

25 September 2008

Berdakwah dengan Liburan

Terhitung sejak tanggal 10 September 2008, santri/wati MTA Al-Amien Prenduan berlibur. Santri/wati dari berbagai penjuru Indonesia sebagian besar mudik ke kampung halaman masing-masing. Yang tersisa di pondok hanyalah santri/wati kelas akhir (kelas III SMA & MAK) dan beberap santri yang memang tidak berlibur dengan berbagai macam alasan. Baca selengkapnya…

25 September 2008

Reuni Alumni Perdana MTA Al-Amien Prenduan (Alfaomega)

Inilah berita yang mungkin paling ditunggu-tunggu oleh member Alfamega. Yups, REUNI.

Perlu diketahui oleh member ADEM Generation, pada tanggal 5 Syawal tahun lalu (2007), member ADEM Generation Madura mengadakan kumpul bareng di rumah Nuruddin. Hadir waktu itu mayoritas member ADEM Gen, yaitu: Lora Ghazi Mubarok, Nuruddin, Darnoji, Bahrul Husain, Syamrowi, Ulul Aidi (Suwarno), Sumardi, Ribuddin dan Halimi. Di samping para member, hadir juga beberapa orang istri+anak member Alfaomega. Baca selengkapnya…

25 September 2008

000webhost - Hosting Gratis PHP SQL

hosting gratis 00webhost
Bagi teman teman yang sedang berkelana mencari hosting - hosting gratis yang support PHP & MySql, baik yang akan digunakan untuk membantu meringankan bandwidth utama website anda seperti yang dilakukan ilmuwebsite atau sekedar ingin mencoba menjalankan script php, atau bisa juga sedang belajar mencoba membuat website berbasis PHP, silahkan coba hosting yang satu ini: Baca selengkapnya…

25 September 2008

Membuat Login Ala Cpanel


Pernahkan anda melihat tampilan login seperti diatas? Jika pernah, mungkin anda
penasaran bagaimana cara membuatnya. Untuk membuat login seperti di atas, Caranya sangat
mudah. Kuncinya terletak pada Header. Header dalam PHP mempunyai fungsi yang banyak
sekali dan bisa diotak-atik. Baiklah, saya akan menjelaskan cara membuatnya.
Buat file dengan nama index.php lalu ketikkan script berikut : Baca selengkapnya…

25 September 2008

Bagaimana Doa Dapat Mempercepat Kesembuhan Pasien

Harun Yahya

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (QS. Al Mu”min, 40:60)

Menurut Al Qur”an, doa, yang berarti “seruan, menyampaikan ungkapan, permintaan, permohonan pertolongan,” adalah berpalingnya seseorang dengan tulus ikhlas kepada Allah, dan memohon pertolongan dari-Nya, Yang Mahakuasa, Maha Pengasih dan Penyayang, dengan kesadaran bahwa dirinya adalah wujud yang memiliki kebergantungan. Penyakit adalah salah satu dari contoh tersebut yang dengannya manusia paling merasakan kebergantungan ini dan lebih mendekatkan diri kepada Allah. Tambahan lagi, penyakit adalah sebuah ujian, yang direncanakan menurut Hikmah Allah, yang terjadi dengan Kehendak-Nya, dan sebagai peringatan bagi manusia akan kefanaan dan ketidaksempurnaan kehidupan ini, dan juga sebagai sumber pahala di Akhirat atas kesabaran dan ketaatan karenanya. Baca selengkapnya…

24 September 2008